Langsung ke konten utama

PELUANG USAHA BUDIDAYA IKAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA


PELUANG USAHA BUDIDAYA IKAN DI KABUPATEN TASIKMALAYA
Disusun oleh : Susan Anggraeni

(Pengawas Perikanan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya)

            Kabupaten Tasikmalaya yang terdiri dari 39  Kecamatan dan 351 desa, dengan garis pantai sepanjang 52,174 km memiliki potensi cukup besar dalam bidang perikanan  dan kelautan, terutama di bidang perikanan budidaya.  Adapun cabang usaha yang bisa dilakukan meliputi Kolam Air Tenang ( pembenihan dan pembesaran), Kolam Air Deras, Sawah Ikan (minapadi), Karamba dan Tambak.
            Jenis- jenis ikan yang biasa dibudidayakan masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya antara lain:
       1.      Ikan Mas   ( Cyprnus carpio) 
       2.      Nila  (Orheochromis niloticus)
       3.      Nilem (Osteocilus hasselti)
       4.      Gurame (Osphronemus gourami)
       5.      Lele (Clarias batracus)
       6.      Tawes (Puntius javanicus)
       7.      Mujair (Orheocromis mosambicus)
       8.      Tambakan (Helostoma teminckii)
       9.      Sepat Siam ( Trichogaster pectoralis)
       10.  Patin ( Pangasius pangasius)
       11.   Udang galah ( Macrobrachium rosenbergii)
       12.  Bawal (Colossoma macropome)
       13.  Udang Vaname (Litopennaus vannamei)
       14.  Bandeng (Chanos-chanos)

Periode pembesaran perikanan budidaya rata-rata 120 hari per musim tanam. Adapun untuk pembenihan tergantung jenis ikan dan tahapan pendederan.  Berdasarkan hasil analisis usaha terhadap komoditas tersebut di atas,  pada umumnya R/C ratio nya >1 sehingga layak untuk diusahakan.
Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya menggemari ikan nila, mas, gurame, nilem dan lele sehingga banyak kelompok pembudidaya ikan yang bergerak dalam budidaya ikan tersebut.  Sedangkan pembudidaya ikan yang bergerak dalam budidaya udang galah, nila merah, patin  dan ikan hias masih sedikit, padahal bernilai ekonomis tinggi. Permintaan tertinggi terhadap udang galah dan ikan nila merah berasal dari rumah makan di Kota Tasikmalaya.

            Pada cabang usaha tambak, udang vanname bernilai ekonomis tinggi namun investasinya lebih besar daripada budidaya bandeng. Ditinjau dari faktor produksi, pakan  merupakan faktor biaya terbesar dalam budidaya ikan, sehingga diperlukan pakan alami sebagai tambahan.









Kunci keberhasilan usaha budidaya ikan adalah memiliki  dan menguasai lahan produktif, ulet dan memiliki keterampilan yang memadai sehingga mampu melewati tantangan dan kesuksesan. Insya Allah.








Komentar

Posting Komentar